PBNU Kecam Demo Mahasiswa Depan Kampus Kristen: Jangan Pakai Barang Najis!!
JAKARTA (voa-islam.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengecam aksi demonstrasi mahasiswa di depan kampus Kristen yang membawa kotoran manusia dan air kecing.
Said Aqil mengingatkan, kalangan masyarakat agar tidak membawa barang najis, misalnya tinja, ketika berdemonstrasi atau berunjuk rasa. “Agama jelas melarang itu. Hukumnya jelas, tinja itu najis yang tidak boleh digunakan dalam aksi demonstrasi,” kata Said Aqil di Jakarta, Rabu (16/11/2011).
Said Aqil mengemukakan hal itu menanggapi aksi demonstrasi gabungan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di depan kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jalan Mayjen Soetoyo, Jakarta Timur, Rabu (9/11/2011), yang menggunakan tinja dan air kencing untuk menyerang aparat keamanan.
Said Aqil mengatakan, di era kehidupan berbangsa yang demokratis, unjuk rasa adalah hak setiap warga negara.
Namun demikian, tambah dia, pelaku unjuk rasa tetap harus mematuhi peraturan dan memperhatikan norma-norma yang ada di masyarakat.
“Demonstrasi itu sah-sah saja dilakukan, tapi tetap harus menjunjung tinggi norma dan kesantunan,” katanya.
Kalau tinja sampai disebar-sebar, apalagi dilempar-lemparkan, lanjutnya, hal itu tidak hanya mengganggu polisi yang bertugas mengamankan, tapi juga membuat resah masyarakat yang ada di sekitar lokasi unjuk rasa.
Oleh karena itu, Said Aqil meminta pelaku demonstrasi, terutama mahasiswa yang merupakan kalangan terdidik, untuk bisa melakukan aksi dengan lebih santun. [taz/ant]
Apa dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin sehingga harus dibunuh?
Ulil Abshar Abdalla, tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) dikirimi paket buku berisi bom, Selasa (15/3/2011) di KBR 68 H, Utan Kayu, Jakarta Timur. Buku berisi bom tersebut berjudul “Mereka Harus Dibunuh! Karena Dosa-Dosa Mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin”. Apa dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin sehingga harus dibunuh?
Dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin
Tidak aneh jika Ulil, tokoh JIL menjadi target pembunuhan. Track record lelaki kelahiran Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1967 ini sudah dikenal “anti” syariat Islam. Pada 18 November 2002, Ulil menulis artikel di harian umum Kompas berjudul “Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam” yang menuai fatwa hukum mati dari Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI).
Dalam artikel yang menghebohkan tersebut, Ulil mengobok-obok Islam sesadis-sadisnya yang tentu saja menjadi dosa Ulil terhadap Islam dan kaum Muslimin paling parah dan takkan pernah terlupakan. Dalam artikel tersebut Ulil menistakan syariat Islam, dan menganggapnya hanya sebagai budaya Arab. Read more…
Pemikiran Liberalnya Dikritisi, ‘Ratu SEPILIS’ Musdah Mulia Ancam Mahasiswi
MAKASSAR (voa-islam.com) – Dikritisi mahasiswi di forum Seminar Nasional Perempuan, Guru besar pemikiran politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof DR Musdah Mulia naik pitam. Ia mengancam akan pidanakan mahasiswi yang mengkritisi dirinya sebagai pemikir liberal yang mengharamkan poligami, menghalalkan nikah beda agama, membolehkan kawin kontrak, dan mengutak-atik hukum pernikahan.
Ancaman itu dilayangkan Musdah yang juga Wakil LSM Indonesia Conference of Religions and Peace itu karena Umi Kaltsu, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas), karena dianggap melakukan kritikan yang tajam atas pendapat-pendapatnya saat memberikan materi di seminar perempuan tingkat nasional bertema “Adilkah Bangsa dan Agama Terhadapmu” di Gedung Mulo, Jl Sungai Saddang, Makassar, Senin (30/5/2011).
Selain Musdah, seminar nasional yang digelar Human Ilumination itu juga menghadirkan empat narasumber lainnya, yaitu Guru Besar Sosiologi Gender Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas Maria E Pandu, Wakil LSM Indonesia Conference of Religions and Peace Sukma Mulia, dan Sekretaris Pemberdayaan Perempuan Pemerintah Provinsi Sulsel, Suciati.
Puluhan peserta hadir dalam seminar nasional ini. Rata-rata peserta adalah mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Makassar. Juga terdapat anggota wanita dari Hizbut Tahrir dan akhwat Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
….Musdah Mulia yang dikenal sebagai profesor penerima nobel internasional tentang legalnya homoseksual….
Seminar berlangsung menegangkan karena diwarnai perdebatan saat Musdah Mulia yang dikenal sebagai profesor penerima nobel internasional tentang legalnya homoseksual itu mendapat giliran untuk menyampaikan materi seminar. Peserta dari kalangan mahasiswi rata-rata satu suara mengkritisi pernyataan-pernyataan Musdah dianggap kontroversial. Suasana seminar pun berubah layaknya unjuk rasa mahasiswi yang memprotes sepak terjang Prof Musdah.
Umi Kaltsum, salah satu peserta seminar, menuding Musdah sebagai sosok kontroversial yang memojokkan Islam lantaran idealisme liberalnya yang pro Amerika. Kaltsum juga mengungkit-ungkit sepak terjang Musdah setelah pernah meraih nobel Internasional Women of Courage dari Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice di Washington pada 8 Maret 2007 lalu, dan ia mendapat hadiah Rp 6 miliar.
….Musdah mengutak-atik ajaran Islam melalui draft Kompilasi Hukum Islam tahun 2004 yang isinya: pernikahan bukan ibadah, poligami haram, boleh menikah beda agama, boleh kawin kontrak….
Kaltsum juga menggugat Musdah ketika mengutak-atik ajaran Islam melalui draft Kompilasi Hukum Islam pada tahun 2004 yang isinya menyebutkan, pernikahan bukan ibadah, perempuan boleh menikahkan dirinya sendiri, poligami haram, boleh menikah beda agama, boleh kawin kontrak, ijab-kabul bukan rukun nikah, dan anak kecil bebas memilih agamanya sendiri.
“Kawan-kawan sekalian, kita harus mempertanyakan sosok Prof Musdah yang kontroversial ini. Ia adalah orang Amerika. Ia adalah pendukung Amerika yang liberal,” kritik Umi Kaltsum.
Suasana jadi kian tegang karena Musdah tak menjawab kritikan mahasiswi dengan argumen, tapi membalas dengan ancaman.
“Hati-hati yah kalau adik berkata-kata, saya bisa tuntut anda pasal pelecehan jika anda mengkritisi saya seperti itu. Anda ini kan mengambil data dari Sabili dan Suara Islam. Kedua majalah ini bukan bacaan kaum intelektual. Kedua majalah itu kerja cuma menghina orang,” kata Musdah yang profesor itu kepada Kaltsum.
“Makanya baca dulu buku saya kalau mau berkomentar tentang saya. Jangan seenaknya aja mengkritik seperti itu,” tambahnya.
Moderator pun kaget dan kewalahan mengendalikan jalannya diskusi. [taz/trb]
KAMI MEWASIATKAN KEPADA SETIAP ORANG (MUSLIM) AGAR MENDIDIK ANAK-ANAKNYA UNTUK MENGHAFAL AL-QUR’AN
Kamis, 22 April 2004 09:07:31 WIB
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Pertanyaan.
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin ditanya : Sebagaimana yang anda ketahui bahwa Al-Qur’an Al-Karim itu mempunyai peranan penting yang tampak jelas dalam perilaku keluarga muslim dan masyarakat. Apakah Anda mempunyai saran dalam hal yang penuh berkah ini, terutama dikarenakan kaum muslimin tidak mempunyai keinginan untuk memasukkan anak-anaknya ke dalam halaqah jama’ah tahfizh Al-Qur’an.?
Jawaban.
Sungguh engkau sangat bagus wahai penanya dan tidak ada tambahan lagi atas apa yang telah engkau sebutkan.
Tidak ragu lagi bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah, dan hanya membacanya karena Allah bisa mendapatkan pahala, sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Artinya : Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka dia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat, saya tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf” [Hadits dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dari Abdullah Ibn Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu no. 2910 Kitab Fadhail Al-Qur’an, bab: 16. Imam At-Tirmidzi berkata : Ini hadits hasan shahih, hadits ini dishahihkan juga oleh Al-Albani, lihat Shahih Al-Jami 5/340]
Read more…
Karakteristik Sebuah Jamaah Yang Dikehendaki
Al-Jamaah yang ada sekarang ini merupakan bagian dari jamaatul Muslimin yang utuh. Tidak ada nash qath’i yang menyebutkan sebuah nama bagi Jamaah yang menisbatkan diri sebagai pengikut Rasulullah r dan para Sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum, selain hanya Ahlus sunnah wal Jamaah. Oleh karenanya, tak satupun dari berbagai Jamaah yang ada berhak mengklaim bahwa Jamaahnya-lah yang paling benar dan paling sesuai dengan as-salaf as-shalih serta menyalahkan Jamaah-jamaah lainnya. Telah maklum, semua Jamaah dalam koredor mencari al-haq.
Berapa banyak Jamaah yang ada sekarang ini dan masing-masing mengklaim Jamaahnya-lah yang paling benar. Dengan apa mereka menilai suatu kebenaran,? Dengan akal mereka masing-masing,? Benarkah demikian,?
Hendaklah setiap Jamaah menyadari bahwa masing-masing memiliki kelebihan dan kesalahan, memiliki kebenaran dan tak luput dari kesalahan,! Selayaknya untuk memperbaiki kekurangan yang ada, bukan justru menutupi kesalahan yang sudah jelas-jelas kentara. Menerima masukan atau islah dari Jamaah lain merupakan hal yang seharusnya bagi sebuah Jamaah tatkala diketahui kekurangan dan kesalahan, bukan justru membela mati-matian karena telah cinta pada Jamaah tertentu. Kemudian berdo’a dan berharap (setelah benar-benar beusaha menetapi karakter yang ada) semoga Jamaah tersebut sesuai dengan as-salaf as-shalih.
Al-Jamaah memiliki karakteristik yang meliputi akhlak dan perilaku, dan dengan ini menjadikan mereka istimewa diantara golongan lainnya.[1] Diantara karakteristik tersebut adalah sebagai berikut: Read more…
UKHUWAH
Ini adalah sebuah kisah tentang kepemimpinan Ali ibn Abi Thalib dalam Khulafaurrasyidin yang sangat patut kita teladani.
Tidak ada khalifah yang paling mencintai ukhuwwah, ketika orang berusaha menghancurkannya, seperti Ali ibn Abi Thalib. Baru saja dia memegang tampuk pemerintahan, beberapa orang tokoh sahabat melakukan pemberontakan. Dua orang di antara pemimpin Muhajirin meminta izin untuk melakukan umrah. Ternyata mereka kemudian bergabung dengan pasukan pembangkang. Walaupun menurut hukum Islam pembangkang harus diperangi, Ali memilih pendekatan persuasif. Dia mengirim beberapa orang utusan untuk menyadarkan mereka. Beberapa pucuk surat dikirimkan. Namun, seluruh upaya ini gagal. Jumlah pasukan pemberontak semakin membengkak. Mereka bergerak menuju Basra.
TAAT HANYA KEPADA ALLAH
Selasa, 12 Desember 2006
Orang-orang terkutuk Kuffar dan musuh-musuh Allah– Syaitan –telah berhasil dalam memotivasi banyak pemyimpangan dan ‘muslim moderat’ berfikir bahwa ketaatan pada hukum buatan manusia adalah termasuk perintah agama dan kewajiban dalam Islam.
Mereka sering salah manafsirkan Al-Qur’an dan perkataan Nabi Muhammad Saw. lalu menggunakannya sebagai dalil untuk pernyataan keliru mereka. Lebih lanjut, mereka juga mengutip fatwa palsu yang sering diisukan olehUlama pemerintah yang mendapatkan bayaran untuk menyesatkan pengikutnya.
Risalah pendek ini mengemukakan bukti untuk menolak konsep-konsep yang salah yang telah tersebar luas dan diedarkan oleh ‘muslim moderat’, dengan merujuk pada teks-teks Syara’ (Al-Qur’an dan As-Sunnah) berdasarkan kepada pemahaman Shahabat.
Argumentasi-argumentasi Semu
Allah memerintahkan kita untuk menaati penguasa Read more…




Komentar Terakhir